Wednesday, May 4, 2011

Kurva Polinomial

Normalnya roda itu berputar.

Kalau kehidupan boleh diibaratkan roda yang berputar, maybe kehidupan yang saya punya sedang ada pada titik terbawah.
Tapi sebenernya saya nggak pernah sepenuhnya setuju dengan penganalogian kehidupan dengan roda yang berputar. Kenapa? Karena sesuatu yang berputar itu, sifatnya konstan. Titik yang dilalui bisa jadi tidak hanya terlewati sekali, tapi sekian kali - tergantung seberapa banyak roda berputar.

Dalam pandangan saya, kehidupan tidak pernah seperti itu. Ini juga berhubungan dengan misteri waktu; yang abadi tapi tidak pernah bisa diputar kembali. Kehidupan tidak pernah sekali pun melewati titik yang sama dengan yang sudah pernah dilewati. Meskipun mungkin keadaannya hampir mirip, tapi tetap saja titik itu bukan titik yang sama seperti yang sebelumnya.

Itulah alasan kenapa saya lebih suka menganalogikan kehidupan dengan kurva polinomial; yang dengan fungsi tertentu, tidak pernah memungkinkan satu titik terpetakan dengan titik yang sama untuk kedua kalinya. Dan, yang lebih penting lagi, bahwa di kurva polinomial itu, pasti ada titik ekstrem tertinggi dan terendah yang hanya dicapai sekali; tidak pernah untuk kedua kalinya.

Sekian dan terimakasih.

No comments:

Post a Comment